ANALISIS KONDISI KEUANGAN PT. PANASIA INDOSYNTEC.Tbk

ANALISIS KONDISI KEUANGAN

PT. PANASIA INDOSYNTEC.Tbk

Kelompok Divestasi

Nama anggota kelompok :

  • Nita Kartika
  • Kelvin                                       17395
  • Melly suryanti                           17413
  • Bhinna Ramaniya Lindungan      17414

Fakultas  Ekonomi  Universitas  Atma jaya Yogyakarta

2009

Profil Singkat PT. Panasia indosyntec.Tbk

Perusahaan ini didirikan pada 6 April 1973 dan Perusahaan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya untuk 7.000.000 saham pada 6 Juni 1990.

Pada 10 Desember 1992, perusahaan menerima pemberitahuan mengenai efektivitas dari Pernyataan Pendaftaran untuk 95.000.000 saham Right Issue kepada para pemegang saham dan saham tersebut tercatat di Bursa Efek Jakarta dan The Surabaya Pada tahun 1996 perusahaan ini dibuat stock split dan mengurangi nilai nominal saham menjadi Rp.500 per saham.

Sesuai dengan resolusi Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham tanggal 8 Oktober 2004, Perusahaan telah disetujui untuk melaksanakan peningkatan modal disetor tanpa hak memesan Efek terlebih dahulu (HMETD) dengan Konversi Hutang Kreditur, untuk jumlah saham 176.571.000 nilai nominal Rp.500 per saham atau total jumlah Rp.88.285.500.000.

Akta penyelesaian pertemuan mengenai menerbitkan saham baru untuk 176.571.000 saham atau Rp.88.285.500.000 telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 5 November 2004.

Per 31 Desember 2004 sebagian dari total saham Perusahaan yaitu: 523.000.000 saham (sebelum konversi saham tanpa pre-emptive right) yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Sementara aplikasi untuk pendaftarannya 176.571.000 saham baru untuk berbagi sedang dalam proses di Bursa Efek Jakarta. Pabrik Perusahaan terletak di Bandung dan ruang lingkup usaha meliputi pengolahan bahan baku (polimerisasi), melilit, memintal, menenun industri tekstil serta perdagangan umum. Produksi komersial dari industri tekstil mulai pada tahun 1974 sementara unit pertama kegiatan polimerisasi dimulai pada tahun 1990 dan unit kedua pada tahun 1993.

Pada tanggal 31 Desember, 2004: kepemilikan saham di anak perusahaan, PT. PANASIA Filament Inti (Panafil) telah diencerkan dan menurun hingga 22, 85% karena konversi utang ke dalam ekuitas oleh salah seorang Kreditor dari Panafil sejak Oktober 8, 2004. Lingkup usaha anak perusahaan ini (Panafil) adalah di bidang industri tekstil (kain).

Pada tanggal 17 Juni 1997 Panafil menerima pemberitahuan mengenai Efektifitas Pernyataan Pendaftaran untuk penawaran umum 50 juta saham dan per 31 Desember 2004, Panafil saham yaitu: saham seri A untuk jumlah 250 juta saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya Stock Exchange. Sementara itu menerbitkan saham baru karena Ekuitas Debt Swap sana kemari untuk 625.357.000 saham seri B sedang dalam proses di Bursa Efek Jakarta. PT. PANASIA Filament Inti (Panafil)

LOKASI PABRIK

PT. Panasia Indosyntec
Tanah dan bangunan polimer pertama, kedua pabrik polimer dan serat benang divisi, berlokasi di Jl. Moch. Moch. Toha Km. Toha Km. 6,8 Cisirung Bandung . 6,8 Cisirung Bandung.
Nilai buku bersih per 31 Desember 2004 benang dan serat divisi Rp.665.853 juta.
Tanah dan bangunan Panafil terdiri dari beberapa unit-unit operasional yaitu:

  Weaving Unit I, yang terletak di Jl. Moch. Toha Km 6,8 Bandung

  Weaving Unit II dan Finishing Unit Pengolahan berlokasi di Jl. Cisirung No.101 Bandung

  Weaving Unit III adalah merepresentasikan sebuah pabrik tekstil ultra modern, berlokasi di Jl. Cisirung No.95 Bandung . Nilai buku bersih pada tanggal 31 Desember 2004 adalah Rp.423.580 juta

Anak Perusahaan

Perusahaan memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham anak perusahaan berikut:

Anak perusahaan yang didivestasi pada tahun 2004 adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 13 Februari 2004, Perusahaan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PIM, kepada Novatex International Limited (Novatex), Malaysia, dengan nilai divestasi sesuai dengan nilai ekuitas PIM pada tanggal 31 Desember 2003 berdasarkan laporan konsultan independen.

Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Anak Perusahaan

Pada tanggal 22 Maret 1990, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan suratnya No. SI-091/SHM/MK.10/1990 untuk melakukan penawaran umum atas 7.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal            6 Juni 1990, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pada tanggal 10 Desember 1992, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1949/PM/1992 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas sebesar 95.000.000 saham kepada para pemegang saham. Pada tanggal 6 April 1993, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pada tanggal 17 Juni 1997, PFI memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1335/PM/1997 untuk melakukan penawaran umum atas 50.000.000 saham PFI kepada masyarakat. Pada tanggal 22 Juni 1997, seluruh saham PFI sejumlah 250.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pada tanggal 31 Maret 2004, seluruh saham Perusahaan sejumlah 532.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Overview

Berdiri 06 Apr 1973
No. NPWP 01.104.760.2-054.000
Klasifikasi Tekstil dan Garmen
Status Company Listing

Listing Information

Harga Perdana Rp. 11,750
Modal Dasar Rp. 750,000,000,000
Modal Disetor Rp. 766,285,500,000

ANALISIS SAHAM PERUSAHAAN

A. GRAFIK PERGERAKAN HARGA SAHAM

B. ANALISIS SAHAM PERUSAHAAN

  • Pada grafik terlihat antara bulan Januari 2008 – Juli 2009 tidak mengalami kenaikan harga saham. Hal itu dapat dilihat dari volume transaksi saham HDTX. Pada bulan-bulan tersebut hanya sedikit terjadi transaksi yang ditunjukan dengan volume perdagangan paling tinggi 360 sehingga menyebabkan tidak ada kenaikan dan penurunan harga saham.
  • Pada bulan Agustus 2009, grafik menunjukkan kenaikan harga saham. Hal itu, dipengaruhi karena adaya tambahan permintaan serta penjualan produk dalam perusahaan naik.
  • Pada akhir Agustus 2009, harga saham HDTX mengalami penurunan yang drastis, harga saham semula 410 mengalami penurunan menjadi 310. Hal ini terjadi karena selama bulan Agustus tidak terjadi transaksi, Ini menyebabkan Pt. Panasia Indosyntec mengalami kerugian penjualan yang berpengaruh pada harga saham HDTX.

Berdasarkan data diatas tampak bahwa harga saham PT Panasia Indosyntec dari bulan februari sampai dengan bulan september tahun 2009 mengalami penurunan. Hal ini bermula dari penjualan perusahaan tahun 2008 turun Rp 93,8 miliar karena turunnya penjualan segmen polimer benang Rp 73,7 miliar dan turunnya penjualan kain khusus polyester Rp 20,1 miliar

Akibat tekanan harga jual dan menyusut permintaan pasar karena belum ada tanda – tanda recoveri krisis keuangan global.

Laba bruto tahun 2009 turun menjadi Rp 0,9 Miliar dibandingkan tahun 2008 karena negatifnya laba bruto segmen polimer benang setelah dioffset positifnya laba bruto kain khusus polyester.

Laba usaha tahun 2009 turun menjadi Rp 9,9 Miliar dibandingkan tahun 2008 karena laba bruto segmen polimer benang belum dapat mengkompensasi biaya operasional akibat tekanan harga jual dan tingginya harga baku benang.

Beban lain – lain negatif Rp 32,6 miliar karena adanya ruginya pendapatan operasional dan rugi kurs akibat lemahnya nilai rupiah terhadap US dollar.

Pada tahun 2008 penjualan bersih naik 34,2% dari tahun 2007 karena naiknya penjualan segmen benang polimer 10,6% dan tambahan penjualan kain khusus polyester 367,7% karena penjualan kain khusus polyester meliputi 12 (dua belas) bulan sedang tahun 2007 hanya (3) tiga bulan .

Laba bruto tahun 2008 turun daru tahun 2007 15,5% karena tekanan pasar dan turunnya harga jual benang sebagai akibat dampak negatif krisis

Startegi usaha

Dalam menghadapi krisis keuangan global maka Perseroan secara konsisten tetap berusaha melakukan efisiensi operasional pabrik dalam proses pengelolaan sistem produksi maupun pemakaian bahan tidak langsung.

Disamping itu biaya utilitas tetap diusahakan agar dapat dimonitor hingga biaya pemakaian “fuel cost” dapat dihemat baik dengan investasi “Oil Burner” maupun penggunaan batu bara utnuk PLTU hingga secara keseluruhan biaya produksi dapat ditekan untuk meningkatkan margin usaha dan kualitas produksi tetap terjaga malahan lebih ditingkatkan hingga permintaan pasar dapat terus dipertahankan baik lokal maupun ekspor.

Disamping itu usaha peningkatan pendapatan ekspor produk benang dan produk kain polyester khusus tetap terus dikembangkan dan tanda – tanda nilai recoveri diharapkan dalam bulan Juni 2009 karena pendapatan US dollar dapat mengurangi efek negatif selisih kurs akibat melemahnya kurs rupiah terhadap US$. Dengan demikian diharapkan realisasi tambahan pendapatan tahun 2009, dapat mengimbangi kenaikan harga bahan baku benang dan dapat mengatasi tekanan margin usaha akibat gejolak tren inflasi.

C. PERHITUNGAN
nilai tertinggi open 410
high 410
low 410
close 410
change 10
ratio 24,39
volume 360
value 72000
nilai terendah open 0
high 0
low 0
close 235
change -100
ratio 0
volume 0
value 0
rerata open 389,4785
high 389,4785
low 389,4785
close 390,0113
change -0,37415
ratio 0,115828
volume 2,390023
value 472,102
standar deviasi open 41,65006
high 41,65006
low 41,65006
close 37,99895
change 5,966434
ratio 1,637877
volume 21,33845
value 4264,761

KESIMPULAN

Melihat dari data diatas PT Panasia Indosyntec Tbk merupakan perusahaan yang kurang diminati oleh para investor hal ini dapat ditunjukkan oleh grafik pergerakan saham yang kurang baik (mengalami kenaikan yang sedikit namun mengalami penurunan yang cukup signifikan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: